Just A Little Whisper from World of Word

Kata-kata memiliki kekuatan. Tapi, kekuatan bukan kata yang kekal. Kata akan binasa, fisik akan hilang, tapi biarlah hati tetap menyala walaupun kecil.. menerangi sekitar dengan kehangatan.

Sebuah Kunjungan

Filed under: Uncategorized — yotoliberty at 2:55 am on Thursday, September 18, 2008

Sehat?
Sakit..
Kurasa tidak
Maaf

Aku berharap pada matahari
Senyuman itu akan kembali
Sperti malam tadi
Sebuah diam yang bermakna menyeruak kembali
Berteriak..
Pelan
Pelan..
Senyap

Ku ketuk kepalanya
Tak ada jawaban
Ia kini bermuka tua
Bagai batu yang menjadi debu
Mati termakan usia
Keriput..
Terlihat benar-benar lemah
Perlahan
Sebuah rasa mengintip di pintu
Menyapa malu-malu

Enyahlah!
Apapun itu
Ku mohon..
Aku pun tlah lelah untuk berairmata lagi

Sehat?
Sakit?
Kurasa tidak

Papa
Aku harus pergi

Kutinggalkan secarik kertas
Temui aku sembilan bulan sepuluh hari lagi
Saat representasi derita menyatakan tangisnya ke dunia
Saat malu dan kegelapan bercampur menjadi dosa manusia
Bangunlah pada saat itu..

Anomali

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 12:11 am on Wednesday, August 6, 2008

Dan sampai senja ini aku bermimpi
Mimpi akan datangnya semburat jingga
Menghiasi ruangan kecil di pojok gudang

Kebisingan waktu membuatku sengsara
Pitaku berontak
Ingin melengking tinggi
Berteriak tanpa menjerit
Tersenyum tanpa ekspresi
Melebur dalam kehangatan
Membeku dalam kesunyian
Akan kukejar bayangan itu sampai nanti
Kuharap siluet itu takkan pergi
Kumohon, tetaplah di sini..
Aku tak berani..
Karena ku tak berani melukis mimpi
Ku takut takkan jadi indah
Imajiku mungkin masih dini tuk dilahirkan

Kau adalah tiga huruf
Ketika aku merasa
Andai aku ksatria
Ucapan ini tentu takkan cuma sekedar kata mati

Sungguh ku berharap
Keberanianku merah sperti planet mars
Secuek pluto
Sedingin sambaran petir

Kata kunang-kunang
Aku adalah anomali
Yang aneh namun tetap indah
Aku anomali
Yang ketika ku redup
Terangku akan muncul
Aku anomali
Yang hanya bisa mereguk sunyi dalam bising
Hanya berani merangkai kata di balik hutan

Aku menepis
Bukankah segala sesuatu diciptakan berpasangan?
Karena ada benci maka ada cinta
Ada buruk maka ada baik
Apa itu anomali?
Apa itu aneh?
Apa itu benar dan apa itu salah?
Semuanya relatif!
Semuanya saling melengkapi
Demikian juga keganjilan
Melengkapi hal yang ganjil menjadi genap
Jadi bukan salahku jika aku menjadi potongan yang tak lengkap
Bukan salahku juga jika aku tak bisa seberani ksatria
Karena memang harus begitu..
Paling tidak, aku rela jadi sperti itu
Sampai nanti
Saat para pemberani menjadi pengecut
Maka akan ada pengecut yang akan jadi pemberani
Mungkin itu yang kan terjadi

PS: For a faithful secret admirer around the world

Dialog Dengan Malam

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 12:09 am on Wednesday, August 6, 2008

null

Sepi..
Tak ada bayangan apapun di sini
Tak ada bayangannya, bayangan mereka, dan bayangan kita
Aku mencari bayangan namun tak menemukan

Malam semakin membuatku hanyut dalam simfoninya
Sayup-sayup terdengar dentingan nada minor yang dimainkan secara pianissimo
Aku mencoba membuka obrolan dengan malam

Malam.. Dengarkanlah melodi hatiku

Ia pun berbisik..
Merangkai kata melalui desikan daun dan desiran angin

Tahukah mengapa kau tak menemukan bayangan?
Takkan ada bayangan kalau tak ada sinar..
Tak kan ada yang lebih putih kalau tak ada yang lebih hitam
Tak kan ada gunanya keindahan bintang tanpa kemuramanku
Tak kan ada artinya semilir angin sejuk tanpa ada panas yang membutuhkannya

Apa yang kau inginkan?
Biar ku tebak..
Mencintai?
Dicintai?
Jangan sungkan
Katakan saja padaku..
Aku mengerti
Ya, bahkan sangat mengerti
Denyut jantungmu mengatakan, kau kembali terjebak dalam fatamorgana itu
Desiran darahmu berkata
Kau terpikat dalam idealisme keindahan

Izinkan aku berkata ini kawan
Indahnya sesuatu tak akan kau rasakan sepenuhnya bila kau tak berkorban untuk itu..

Pengorbanan memang membawa warna kelam
Sekelam awan mendung yang membawa sejuta kerinduan
Namun
Lihatlah yang terbentuk setelah hujan badai
Pelangi akan muncul di sudut awan
Menebar keanggunan..
Menghapus kebimbangan..

Percayalah
Ada keindahan yang disembunyikan setiap kemuraman
Akan ada lagi sinar dan pelangi di sudut gelap ruangan yang mulai berdebu itu
Tunggulah hujan itu
Tunggulah pelangi itu kawan
Seperti aku yang setia menanti purnama untuk menerangi kemuramanku

Lalu ia kembali seperti biasa
Membisu
Seakan memang tak bisa berbisik
Akupun terdiam..
Kurasa dialogku dengan malam sudah usai untuk hari ini

Bosan

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 12:06 am on Wednesday, August 6, 2008

Entah kenapa
Mendung ini terasa menggangu
Kali ini tak buatku termangu
Sedetik abu-abu
Kemudian jadi biru
Bagai perpaduan kelu dan semu
Menari tak jemu
Menari untuk satu
Satu rasa
Satu jiwa
Satu kata

Lalu aku berdiri
Mengamati
Memahami
Mengagumi
Dan beranjak pergi
Bukankah hidup lebih dari puisi?
Lebih dari arti
Jadi mengapa kita harus bernyanyi?
Cih, menghibur diri
Tak ada yang tau pasti
Hanya satu hal yang ku mengerti
Nada minor adalah variasi mayor

Kedua Kalinya

Filed under: Uncategorized — yotoliberty at 12:00 am on Wednesday, August 6, 2008

Indonesia..
Ku menghirup kabutmu
Ku menangis di telapakmu
Kaulai menara dadaku
Sayap bagiku tuk terbang tinggi
Menggapai kemustahilan..
Merenda keindahan..

Ku gapai tetesan air matamu
Ku genggam dengan erat
Aku merinding syahdu
Terduduk..
Kristal-kristal meleleh di pelupuk
Indonesia..
Indonesia..
Akankah kau bangun dari kursi goyangmu
Kursi goyang kenistaan dan cibir maki..
Sudah cukup kau bersabar
Kurasa sudah lelah kau merintih tiap malam
Isakanmu membuatku ingin bergumam lirih
Akankah ku bisa hapuskan kelammu
Munculkan tawamu oh Indonesia..
Kerut matamu membuatku iba
Kadang juga tertawa sinis

Tapi, satu hal di atas semua
Satu hal yang bisa ku lakukan untukmu Indonesia..
Berdoa untuk kehadiran kobaran adrenalinmu
Tuk kedua kalinya..

Fur Buni

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 11:57 pm on Tuesday, August 5, 2008

Di hari yang tua dan kelabu nanti
Mungkin akan juga kau sadari
Derik tak pernah sepi..
Hanya perlu menanti
Namun tak juga hanya mengamati

Pasti..
Tidakkah kau dengar?
Perlu ku ulangi?
Pasti..
Resapi dan sadari
Bahkan elektron pun berpasangan bukan?
Jadi mengapa harus tertekan?
Mengapa harus ditahan?
Luapkan!
Jangan pernah takut akan kenangan!
Jangan takut dihempas!
Karena inilah hidup
Tiap kulit pasti terkelupas..

Sepi
Sepi
Sepi

Ah, hanya itu?
Mungkin..

PS:
buni met ultah.. )
Maaf cuma bisa buat yang beginian untuk buni. Just wanna cheer you up bun..
Hope you like it
^_^

Seakan Semua Ada

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 11:50 pm on Tuesday, August 5, 2008

Kemarin
Saat awan-awan terbingkai bersama
Tahukah kamu ?
Lekuk wajahmu ada di sana
Semilir angin berbau aroma rambutmu
Gemerisik daun seperti bisikanmu

Baru ku mengerti
Ada ruang kosong yang tak kuharap tak ada
Absensi dirimu
Buat ku menyukai batu

Aku terdiam
Membiarkan malam
Bersenandung dalam keheningan
Mendengar tiap tetes air malam
Menutup mata
Memberi tempat untuk imaji
Lukisan terindah yang pernah aku miliki

Kamu
Warna pastel untuk hariku
Senyumanmu
Mentari indah yang rela terspesialisasi dalam gelapku
Dekapanmu
Mendengar teriakanku yang terpaksa bisu
Cintamu
Ajarku mengerti arti penting ketidaksempurnaan

Biarkan aku menghapus air matamu..
Mendekapmu dalam keterbatasan
Dan ijinkan aku berbisik di telingamu

Aku sayang kamu tanpa harga

Beritahu aku saat lelah dan udara tak lagi bersahabat
Aku akan datang membawa sekotak nafasku tuk jadi nafasmu
Tenagaku untuk mengisi isakmu
Menopangmu..
Dengarlah
Yang ku ingin hanya satu
Untaian nadamu sampai senja dan aku terlelap

staccato

-jeda-

Cry

Filed under: Uncategorized — yotoliberty at 11:47 pm on Tuesday, August 5, 2008

Ketika kesetiaan dipertanyakan
Apa dayaku?
Aku hanya bisa bicara
Aku cuma bisa janji setulus hati
Terserah mau kau apakan kristalku
Buanglah ke laut jika itu maumu
Tinjaklah jika itu bisa membuatmu senang
Aku masih bisa tertawa jika kau tertawa
Walaupun kristalku remuk…
Hancur berkeping-keping..
Toh aku tertawa dengan mulut dan menangis dengan mata
Itu berarti aku bisa senang sambil sedih kan?

Torehkanlah cat merah itu ke kanvasku
Teruslah torehkan..
Walaupun akan sulit kuhapus nanti
Tapi aku bahagia kau pernah mau menangis di kanvasku
Aku tetap bahagia kau pernah menorehkan warna kuning bercampur merah muda yang lembut itu
Akan kusimpan selamanya..

Inilah pendaranku
Inilah kristalku
Aku tidak menuntut apapun darimu
Aku menerangimu tanpa berharap apapun
Ketika matamu mulai jemu memandangku
Mulai kuredupkan sinarku

Oh, begitu…
Aku tak lagi diijinkan tuk bersinar di ruangan yang indah ini
Dengan sebuah transfer data singkat melalui jaringan GSM
Kumpulan bit-bit kecil terkirim ke seberang sana

“Kita putus, makasih atas semuanya. Aku ga mau ngeliat kamu tersiksa. Carilah yang lebih baik untukmu”

Aku menangis dalam hati
Hanya inilah yang terbaik yang bisa kuberikan untukmu
Pendaran cahaya yang mungkin tidak indah
Tapi hanya itulah yang aku punya
Hanya itulah yang aku bisa
Semua yang terbaik yang ada padaku..
Maafkan aku yang kini tak lagi bisa hadir sebagai hujan
Maafkan aku kalau aku tak bisa menepati janji tuk melihat pelangi bersama
Satu hal yang kuingin kau tahu..
Kau kan slalu ada di hatiku..
Menjadi bagian dari mozaik kehidupanku..

My Love Letter

Filed under: Uncategorized — yotoliberty at 11:45 pm on Tuesday, August 5, 2008

Blinking like stars
Shining like sun
You have the beauty of rainbow
and the heart beating name of fragaria indica

Honey
Think twice before you sleep
Will you get up again?

My sweet heart
This is dust for you
Why dust ?
Dust is everywhere
Like i want you here
Anywhere you are
Whatever you do

Sweety
This is a trial for you
Why trial ?
I want to let you free
No more window
I promise…..

Monologue with you is fun
I can guess your eye’s meaning
Seeing your smile is fun
I can see your heart blooming
Near you is fun
Cause i can smell your fragrance

Please don’t let me do something terrible anymore
I want get close to you
Don’t let me do that
Cause
I want get close to you
Forever…

Puisi Pertamaku Untuknya

Filed under: sebuah rangkaian — yotoliberty at 11:43 pm on Tuesday, August 5, 2008

Kala ku melihat hujan…
Ku seolah merasakan dan mengerti tiap getarnya
Getaran-getaran aneh yang tak dipedulikan oleh sebagian orang..
Getaran-getaran aneh yang ditangisi
Tapi hampir semua orang memberinya senyum

Sungguh..
Mulanya kukira itu hanya sebuah fatamorgana
Ku kira tak ada..
Tapi itu ada
Dulu, ia datang saat malam hari
Menggedor mimpi..
Lalu tiba-tiba ia bercahaya di tengah gelap
Menerangi sebuah ruangan sempit yang berdebu di tempat itu..

Aku melihat sinar itu menangis
Ku beranikan diri tuk bertanya padanya
Mengapa kau menangis?
Ia tak menjawab..
Terus saja menangis

Tetesan air matanya bening sperti berlian
Ketika kusentuh air mata itu
Benda itu langsung menyala indah..
Memancarkan aura kesetiaan yang murni dan cinta yang tulus..
Menyayangi apa adanya..

Sekarang..
Kulihat sinar itu tersenyum bahagia..
Ia memancarkan cahaya merah muda bercampur kuning yang sangat lembut..
Aku merasa
Aku telah memberikan berlian itu pada orang yang sangat tepat..
Aku telah memberikannya kepadamu..
Kaulah niji yang datang setelah hujan reda..
Kaulah bintang terindah yang kulihat saat malam..
Ijinkan aku berucap padamu
Slamat datang di hidupku..

Next Page »